Artikel

Sabtu, 09 November 2019



GREEN COMPUTING (MOBIL TESLA)


Pembahasan isu mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi salah satu topik hangat dalam masyarakat global. Hal ini didukung oleh fakta bahwa kondisi bumi yang manusia tinggali saat ini semakin memburuk. Banyak upaya yang dilakukan masyarakat dan dunia untuk mempertahankan dan membangun kembali bumi sehingga menjadi tempat yang layak huni. Salah satu bentuk upaya yang dilakukan masyarakat global ialah dengan diadopsinya 17 Tujuan Pembangunan Bekelanjutan oleh 193 negara anggota PBB pada tahun 2015.
“Energi bersih dan terjangkau” dalam 17 Tujuan Pembangunan Bekelanjutan menjadi faktor pendukung green computing. Green computing adalah perilaku menggunakan sumber daya komputasi secara efisien, dengan cara memaksimalkan energi, memperpanjang masa pakai perangkat keras, meminimalkan penggunaan kertas, dan beberapa hal teknis lainnya. Sasaran utama green computing adalah bumi, manusia, serta laba.
Green computing tercetus dari Badan Perlindungan Lingkungan di Amerika yang meluncurkan program Energy Star pada tahun 1992. Energy star adalah sebuah program yang melabeli efisiensi energi pada hardware dan sumber daya komputer yang ramah lingkungan dan hemar energi. Pada dasarnya, efisiensi penggunaan computer dan komputasi adalah green computing.

Ada tiga katogri umum untuk menjadi “green” dalam dunia IT, yakni:
·         Meningkatkan efisiensi energi dengan mengurangi jejak karbon
·         Mengurangi penggunaan barang elektronik
·         Melakukan perubahan terhadap gaya hidup dengan dampak yang rendah untuk       lingkungan
Contoh strategi green computing yang dapat diterapkan menggunakan virtualisasi untuk mengurangi jumlah server, menggunakan virtualisasi untuk mengurangi tenaga dan pembuangan kebutuhan dari desktop, mengganti sistem berdasarkan kerta dengan online sistem komunikasi.
Ada bebeapa cara sebagai pengguna IT dan komputer untuk mendukung green computing:
·         Jangan meninggalkan computer tetap beroperasi pada tengah malam dan hari         libur
·         Mengurangi tingkat cahaya layar bias meningkatkan CRT ( cathode ray tube)
·         Gunakan printer untuk mencetak 2 sisi dokumen
Green computing memiliki dua dampak secara general yaitu:
·         Virtualization
·         Power management
Beberapa alasan mengapa manusia perlu mengadopsi green computing
1. Pertumbuhan yang cepat dari internet: Mempengaruhi size dan jumlah dalam pusat datA
2.  Meningkatkan densitas daya peralatan
3.  Penuingkatan kebutuhan pendinginan
Semakin padat data server akan seiringan dengan tambah panas suhu dari data center, sehingga memerlukan pendingin yang lebih tinggi, sebuah server membutuhkan sekitar 1-1.5 watt pendinginan untuk setiap watt daya yang digunakan
4.   Peningkatan biaya energi
5.   Pembatasan pasokan energid an akses
6.   Tingkat utilaisasi server rendah
Efisiensi data center adalah masalah utama dalam hal penggunaan energi. Tingkat utilisasi server rata-rata 5-10% untuk pusat data yang besar. Utilisasi server yang rendah berati perusahaan membayar lebih untuk energi, pemeliharaan, dukungan operasi, sementara kapasitas yang digunakan kecil.
7.  Kesadaran akan dampak TI terhadap lingkungan


Teknologi baterai
Tesla Motors tidak menggunakan baterai fungsi tunggal berukuran besar, melainkan menggunakan sel baterai gabungan yang terdiri dari ribuan baterai lithium ion seri 18650. Baterai ini berbentuk silinder berukuran kecil yang biasa ditemukan pada laptop dan barang elektronik konsumen lainnya. Baterai yang digunakan Tesla Motors ini cukup murah untuk diproduksi dan berbobot lebih ringan. Pengurangan biaya dan bobot baterai dilakukan Tesla Motors dengan mengurangi komponen keamanan yang ada pada baterai. Menurutnya, komponen keamanan tersebut bersifat redundant karena satu paket baterai sudah memiliki komponen keamanan tersebut. Saat ini, Panasonic merupakan pensuplai tunggal sel baterai jenis ini ke Tesla Motors.
Biaya perakita baterai mobil listrik Tesla Motors merupakan yang termurah di dunia dengan hanya sekitar 200 USD per kWh.
Pada Tesla Model S, baterai berada di lantai mobil, sedangkan pada Tesla Roadster baterai berada di belakang tempat duduk. Fitur ini memungkinkan Tesla Model S memiliki ruang lebih untuk barang dan manusia. Namun fitur ini memiliki risiko karena posisi baterai yang dekat dengan aspal membuat baterai memiliki kemungkinan rusak karena serpihan atau kerikil aspal. Untuk mencegah hal ini, digunakan lempengan logam paduan aluminium sebagai pelindung baterai. Dan posisi baterai yang sedemikian rupa menjadikan penggantian baterai lebih mudah dan cepat, hanya membutuhkan waktu 90 detik saja.

Berbagi teknologi

CEO Tesla Elon Musk mengumumkan pada 12 Juni 2014 bahwa perusahaan tersebut akan mengizinkan siapapun untuk menggunakan paten teknologinya untuk tujuan yang baik. Pengumuman ini minim interpretasi legal dan bukan merupakan lisensi formal, sehingga definisi dari "tujuan yang baik" ini membutuhkan klarifikasi lebih lanjut. Persetujuan yang diberikan kemungkinan adalah penerima lisensi tidak akan mengajukan tuntutan hukum mengenai paten tersebut kepada Tesla, atau menyalinnya secara langsung. Alasan utama dari pelepasan paten ini adalah untuk menarik dan memotivasi para insinyur untuk mempercepat pemasaran dan pembuatan mobil elektrik demi transportasi yang ramah lingkungan. Namun properti intelektual seperti merk dan rahasia dagang masih dipegang oleh Tesla.
Tesla Roadster

Mobil seri-pertama buatan Tesla Motors, Tesla Roadster, adalah mobil sport pertama yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Berdasarkan hasil uji dari EPA, mobil ini dapat menempuh jarak sekitar 221 mil (356 km) dalam sekali pengisian baterai. Tesla Roadster dapat menempuh 0-60 mil per jam (0-100 km/jam) dalam waktu kurang dari 4 detik, dan memiliki kecepatan maksimum 125 mil per jam (201 km/jam). Pembatasan kecepatan maksimum yang hanya sampai 201 km/jam (tergolong rendah di kelas mobil sport yang standar kecepatan maksimumnya bisa mencapai di atas 300 km/jam) ini dilakukan demi keamanan. Biaya yang harus Anda keluarkan untuk mengendarai mobil ini hanya sekitar US$0,02 per mil.
Prototip (rancangan awal)-nya diluncurkan pada Juli 2006, dan Tesla Roadster ini ditampilkan pada cover (sampul) [[Time (majalah)|majalah Time Magazine (terbit di AS) pada Desember 2006 sebagai penerima penghargaan "Best Inventions 2006 - Transportation Invention" yang diberikan oleh majalah tersebut. Seratus-unit pertama mobil ini habis terjual dengan waktu kurang dari 3 minggu, dan seratus-unit kedua habis terjual pada Oktober 2007. Pada tanggal 2 Mei 2008, lebih dari 600 unit Tesla Roadsters telah dipasarkan dan 400 unit lainnya menyusul dipasarkan. Produksi pertama mobil ini khusus dibuat untuk Elon Musk, sang direktur-utama, pada Februari 2008 and produksi massalnya dimulai pada tanggal 17 Maret 2008.
Banyak media massa yang memperbincangkan Roadster sejak peluncurannya, terutama pada situs website Tesla Roadster Review (http://www.allcarselectric.com/overview/tesla_roadster_2009), yang khusus membahas mobil elektrik secara mendetail. Mobil ini memiliki keistimewaan, yaitu: mesin elektriknya. Ini membuatnya dapat melesat di jalanan tanpa kebisingan suara mesin (tidak seperti mobil-sport lain yang ber-BBM). Dashboard-nya, selain menampilkan RPM and kecepatan, juga menunjukkan berapa arus listrik yang telah digunakan oleh mesinnya. Ada juga layar-indikator baterai untuk menampilkan sisa arus yang tersimpan pada baterainya, sekaligus juga sebagai indikator saat baterai diisi ulang (di-charge).



CLOAD COMPUTING(OFFICE)


Cloud Computing? pasti banyak dari kita yang sudah sering dengar kata tersebut, atau jika belum pernah dengar, mungkin pernah dengar istilah dalam bahasa Indonesia-nya, yaitu “Komputasi Awan”.
Apakah komputer di awan?  Bukan berarti komputernya ada di awan. Ada banyak sudut pandang untuk menjelaskan apa itu Cloud Computing, sendiri menjelaskan Cloud Computing dengan cukup jelas.
Cloud Computing atau komputasi awan merupakan kombinasi pemanfaatan teknologi komputer dengan pengembangan berbasis internet. Sebutan cloud sendiri merupakan sebuah istilah yang diberikan pada teknologi jaringan internet.
Pada teknlogi komputasi berbasis awan semua data berada dan disimpan di server internet, begitu juga dengan aplikasi ataupun software yang pada umumnya dibutuhkan pengguna semuanya berada di komputer server.
Sehingga kita tidak perlu melakukan instalasi pada server. Tetapi pengguna harus terhubung ke internet untuk bisa mengakses dan menjalankan aplikasi yang berada di server tersebut.
Dengan kata lain pengguna bisa saja hanya menyediakan sebuah komputer dan perangkat jaringan internet untuk bisa terhubung ke server internet dan menyimpan data di komputer server tanpa harus menyediakan hard-disk yang berkapasitas besar pada komputernya sendiri untuk menyimpan datanya.
Begitu juga dengan program aplikasi katakanlah seperti Microsoft Office, Excel dan lain sebagainya pengguna bisa menjalankan aplikasi tersebut di server internet sehingga tidak perlu repot-repot untuk menginstal aplikasi tersebut di komputernya sendiri.
Dengan Kata lain kita tidak perlu investasi server berbentuk fisik, kita tidak perlu maintain hardware server. Bagaimana sangat bagus bukan?
Jenis-jenis cloud computing
Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi berikut ini:
Software as a Service (SaaS)


Adalah salah satu layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. User hanya tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik.
Contoh, layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail), social network (Facebook, Twitter, LinkedIn) instant messaging (Yahoo Messenger, Skype, Line, WhatsApp) dan masih banyak lagi yang lain.
Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai sekarang bisa kita nikmati lewat Cloud Computing. 
Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh, Microsoft Office yang sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati lewat Adobe Creative Cloud.

Platform as a Service (PaaS)


Adalah layanan dari Cloud Computing kalau kita analogikan dimana kita menyewa “rumah” berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, database engine, framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat.
Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan.
Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya.
Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web Service, Windows Azure,  bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS.
Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang kita buat.





Infrastructure as a Service (IaaS)


Adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa.
Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya.
Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2, Windows Azure (soon), TelkomCloud, BizNetCloud, dan sebagainya.
Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dan lainnya dengan segera.

Public Cloud, Private Cloud dan Hybrid Cloud

Setelah kita bahas apa itu Cloud Computing dan jenis layanan-nya, sekarang kita bahas tentang berberapa terminologi yang sering dipakai dalam Cloud Computing. Kita mulai dari 3 terminologi berikut: Public Cloud, Private Cloud dan Hybrid Cloud.

Public Cloud

Adalah layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum. Kita sebagai user tinggal mendaftar ataupun bisa langsung memakai layanan yang ada. Banyak layanan Public Cloud yang gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa menikmati layanan-nya.
Contoh Public Cloud yang gratis: Windows Live Mail, GoogleMail, Facebook, Twitter dan sebagainya.
Contoh Public Cloud yang berbayar: SalesForce, Office 365, Adobe Creative Cloud, Windows Azure, Amazon EC2, dan sebagainya.
Keuntungan: Kita tidak perlu investasi dan merawat infrastruktur, platform ataupun aplikasi. Tinggal pakai secara gratis (untuk layanan yang gratis) atau bayar sejauh pemakaian kita (pay as you go).
Kerugian:
Sangat tergantung dengan kualitas layanan internet yang kita pakai, jika koneksi internet mati, kita tidak bisa memakai layanan-nya. Untuk itu kita perlu pikirkan secara matang infrastruktur internet-nya.
Tidak semua penyedia layanan, menjamin keamanan data kita. Untuk itu kita perlu hati-hati untuk memilih provider Public Cloud ini. Pelajari dengan seksama profil dan Service Level Agreement dari penyedia layanan.

Private Cloud

Adalah layanan Cloud Computing, yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal dari organisasi/perusahaan. Biasa-nya departemen IT akan berperan sebagai Service Provider (penyedia layanan) dan departemen lain menjadi user (pemakai).
Sebagai Service Provider tentu saja Departemen IT harus bertanggung jawab agar layanan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform maupun aplikasi yang ada.
Contoh layanannya:
SaaS: Web Application internal, Sharepoint, Mail Server internal, Database Server untuk keperluan internal.
PaaS: Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang disediakan untuk internal
IaaS: Virtual Machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan internal

Keuntungan:
Keamanan data terjamin, karena dikelola sendiri.
Menghemat bandwith internet ketika layanan itu hanya diakses dari jaringan internal.
Proses bisnis tidak tergantung dengan koneksi internet, tapi tetap saja tergantung dengan koneksi internet lokal (intranet).
Kerugian:
Investasi besar, karena kita sendiri yang harus menyiapkan infrastruktur-nya.
Butuh tenaga kerja untuk merawat dan menjamin layanan berjalan dengan baik.

Hybrid Cloud


Adalah gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang di-implementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, kita bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.
Contohnya:
Perusahaan A, menyewa layanan dari Windows Azure (Public Cloud) sebagai “rumah” yang dipakai untuk aplikasi yang mereka buat, tapi karena aturan undang-udang yang berlaku, data nasabah dari perusahaan A tidak boleh ditaruh di pihak ketiga, karena perusahaan A taat pada aturan yang ada, maka data dari nasabah tetap disimpan di database mereka sendiri (Private Cloud), dan aplikasi akan melakukan koneksi ke database internal tersebut.
Perusahaan B, menyewa layanan dari Office 365 (Public Cloud), karena perusahaan B tersebut sudah punya Active Directory yang berjalan diatas Windows Server mereka (Private Cloud) maka kita bisa konfigurasikan Active Directory tersebut sebagai identity untuk login di Office 365.
Keuntungan:
Keamanan data terjamin, karena data bisa dikelola sendiri (hal ini TIDAK berarti bahwa menyimpan data di public cloud tidak aman ya).
Lebih leluasa untuk memilih mana proses bisnis yang harus tetap berjalan di private cloud dan mana proses bisnis yang bisa dipindahkan ke public cloud dengan tetap menjamin integrasi dari kedua-nya.
Kerugian:
Untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi antara public cloud dan private cloud, maka infrastruktur internet harus dipikirkan secara matang.




Sabtu, 02 November 2019



Review Cload Computing

Judul
KONSEP DAN PENERAPAN CLOUD COMPUTING UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN
Jurnal
220. CSRID Journal
Volume & Halaman
Vol.4 No.3 Hal. 220 - 230
Tahun
2012
Penulis
Maimunah1 , Yohanes Ari Kuncoro Yakti2 , Neni Puspitasari3 1Dosen Jurusan Teknik Informatika AMIK Raharja Informatika
Reviewer
MOCH.SOPIYAN
Tanggal
2-11-2019

Tujuan Penelitian
Untuk menentukan suatu mutu sistem pembelajaran dalam suatu instansi perguruan tinggi itu dapat menggunakan dari berbagai segi diantaranya adalah organisasi,manajemen dan teknik. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik dari sifat system pembelajaran dalam menentukan kualitas dengan cara berbeda dari perangkat lunak yang berkualitas. Untuk menjamin system pembelajaran tersebut maka dibuatlah program mutu institusi. Program mutu institusi dibuat untuk menjamin mutu serta mendorong peningkatan kinerja institusi secara total dan berkelanjutan. Sebagai Institusi Perguruan Tinggi manapun didunia,termasuk institusi Perguruan Tinggi yang ada di negara Indonesia baik itu negeri maupun swasta pasti membutuhkan suatu sistem administrasi civitas perguruan tinggi yang teroganisasi dengan baik demi meningkatkan mutu sistem pembelajaran dari tingkat tinggi hingga tingkat yang paling rendah. Sehingga dengan cara seperti ini data-data yang terdapat didalamnya yang menyangkut seluruh masalah yang berkaitan dengan data mahasiswa,data keuangan,data pemasaran,data operasional,data akademik civitas kampus dapat dilakukan dengan cepat,akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
Subjek Penelitian
Banyak ditemukan didalam sebuah mutu sistem pembelajaran yang berjalan pada suatu organisasi ataupun instansi,masih terdapat kendala-kendala yang menghambat upaya dalam peningkatan performance sebuah mutu sistem pembelajaran terutama dalam hal penyimpanan data civitas perguruan tinggi yang disimpan dalam suatu server yang terpusat. Namun,kendala-kendala itu disebabkan karena masih rendahnya mutu sebuah sistem pembelajaran,dimana sistem tersebut masih terdapat banyak keluhan dari berbagai pihak untuk dilakukan perbaikan pada sebuah sistem pembelajaran. Hal ini pula yang dapat menyebabkan timbulnya permasalahan pada mutu sistem pembelajaran, dimana sistem pembelajaran yang baik mempunyai sebuah indikator, yang berguna untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang dapat terjadi didalam jalannya sistem pembelajaran,inilah permasalahan dari sebuah sistem pembelajaran dimana nantinya akan menghambat kinerja sebuah sistem dan kualitas mutu dari sistem pembelajaran dianggap masih rendah
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner.
Definisi Operasional Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Adolescents’ cultural orientation (orientasi budaya remaja).
·         Tsai dan Chentsova (Weaver & Kim, 2008) menyatakan bahwa mode diferensial dan tingkat akulturasi dapat mengakibatkan perbedaan orangtua dan anak dalam budaya orientasi, yang didiartikan sebagai sejauh mana individu dipengaruhi dan secara aktif terlibat dalam tradisi, norma, dan praktik budaya tertentu.
·         Portes (Weaver & Kim, 2008) menjelaskan bahwa orang tua imigran dan anak-anak mereka baik pengalaman kekuatan asimilasi, anak-anak sering berasimilasi di tingkat yang lebih cepat dari orang tua mereka, hak ini disebut dengan disonan akulturasi.
Cara & Alat Mengukur Variabel Dependen
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variabel dependen yaitu:
·         Cara yang digunakan untuk mengukur variabel dependen yaitu melakukan perekrutan untuk indikator remaja keturunan Cina-Amerika. Penelitian dibagi dua gelombang, gelombang pertama pada tahun 2002 dan gelombang kedua 2006.
·         Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner yang digunakan terdiri atas dua versi, yaitu versi bahasa Inggris dan versi bahasa China.
Definisi Operasional Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah person centered approach.
·         Pendekatan berpusat pada orang telah dianggap mampu keuntungan untuk meneliti tentang remaja dan keluarga (Bergman 2001; Mandara 2003). Aspek utama dari pendekatan berpusat pada orang adalah penekanan pada pemahaman terhadap individu secara keseluruhan, bukan pada karakteristik individu atau variabel itu sendiri. Kekuatan dari pendekatan berpusat pada orang adalah kemampuannya untuk mengakomodasi non-linearities dan interaksi yang tidak dapat dengan mudah terwakili dalam berpusat variabel model (Bergman, 2001).
Langkah-langkah Terapi
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:
1.      Tahun 2002 dilakukan perekrutan di tujuh sekolah menengah di daerah metropolitan utama California utara dengan bantuan dari administrator sekolah (dipilih berdasarkan kriteria).
2.      Meminta persetujuan dari keluarga mengenai penelitian tersebut.
3.      Peserta diberi paket kuesioner yang akan dikumpulkan dua sampai tiga minggu setelah surat oleh staf penelitian diterima peserta.
4.      Melakukan studi tingkat lanjut pada tahun 2006.
5.      Membagikan dua versi kuesioner kepada peserta, yaitu kuesioner dalam bahasa China dan bahasa Inggris.
Hasil Penelitian
Dengan adanya teknologi cloud computing diharapkan masalah yang disebutkan sebelumnya dapat teratasi dengan baik. Sedangkan untuk menerapkannya, masih ditemui sejumlah kendala, terutama kendala teknis mengenai infrastruktur teknologi cloud computing tersebut, yaitu masih terbatasnya akses internet di Indonesia, baik broadband maupun dial-up. Terbatasnya akses internet di Indonesia membuat teknologi ini tidak banyak digunakan secara luas. Kalaupun digunakan, penggunaannya masih sebatas pada aplikasi-aplikasi yang tersedia di internet (SaaS) dan belum menyentuh model PaaS dan IaaS. Selain itu, terbatasnya penerapan cloud computing di level organisasi dan kalangan bisnis di Indonesia diakibatkan oleh kendala teknis, khususnya pada masalah virtualisasi dan adanya keraguan akan jaminan security dalam penerapan teknologi ini. Sementara itu,PaaS (Platform as a service) berada diantara IaaS dan SaaS, dimana pada PaaS segala sesuatu yang mendasari aplikasi (misalnya server basis data dan server aplikasi) diletakkan sebagai bagian dari komputasi awan. Contoh untuk PaaS ini adalah Google Docs yang menawarkan platform untuk aplikasi-aplikasi Web yang dikembangkan menggunakan hard drive virtualbicultural. Hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian ini bukan ibu atau ayah bicultural, melainkan kombinasi dari sebuah biculturally orangtua dan remaja. Konfigurasi ini mungkin optimal, karena melibatkan jarak minimal antara orangtua dan anak di kedua budaya China dan Amerika saat masih berada pada lingkungan keluarga yang memiliki aspek nilai-nilai budaya dan tradisi Cina serta sama dihargainya oleh orang tua dan anak.
Kekuatan Penelitian
Seperti yang telah tersirat di atas, permasalahan hilang (atau rusak)-nya data civitas perguruan tinggi di suatu instansi sesungguhnya dapat teratasi jika data civitas perguruan tinggi itu tidak secara langsung disimpan di server tersebut (yang mungkin saja rawan kerusakan), tetapi disimpan di suatu lokasi (baca : komputer server) yang diletakkan di suatu lokasi yang relatif aman. Pilihannya adalah : (1) Perguruan Tinggi memiliki infrastruktur (komputer dan jaringan antarkomputer) yang memang disiapkan untuk itu, atau (2) Perguruan Tinggi bisa memanfaatkan teknologi komputasi awan (cloud computing) (yang difasilitasi menggunakan jaringan Internet) sehingga manajemen Perguruan Tinggi tidak perlu lagi mempersiapkan infrastruktur yang mahal, melainkan cukup menyewa fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi dari vendor-vendor yang menyediakan layanan-layanan komputasi awan itu, seperti Amazon, Salezforce, Google, Microsoft, Akamaisun, microsystems, symante, cmicrosft, dan sebagainya.
Kelemahan Penelitian
Kelemahan penelitian ini adalah rentan waktu penelitian yang digunakan pada wave 1 ke wave 2 cukup jauh, yaitu 4 tahun sehingga subjek yang dapat ikut pada wave 2 hanya 80%.




JURNAL INTERNASIONAL


Review Jurnal Internasional

Judul
Apa Yang Baru Tentang Keamanan Cloud Computing?
Jurnal
Volume & Halaman
Tahun
Penulis
Yanpei Chen, Vern Paxson, Randy H. Katz
Reviewer
MOCH.SOPIYAN
Tanggal
2-11-2019

Tujuan Penelitian
Sementara kasus ekonomi untuk komputasi awan sangat menarik, tantangan keamanan yang ditimbulkannya juga sama mencoloknya. Dalam pekerjaan ini kami berusaha keras
untuk membingkai ruang penuh masalah keamanan komputasi awan, mencoba untuk memisahkan kekhawatiran yang dibenarkan dari kemungkinan reaksi berlebihan. Kita memeriksa perspektif kontemporer dan historis dari industri, akademisi, pemerintah, dan "topi hitam". Kami berpendapat bahwa sedikit cloud
menghitung masalah keamanan pada dasarnya baru atau fundamental
keras kepala; sering kali apa yang tampak "baru" hanya relatif terhadap komputasi "tradisional" selama beberapa tahun terakhir. Melihat ke belakang lebih jauh ke era pembagian waktu, banyak masalah ini sudah diterima
perhatian. Di sisi lain, kami berpendapat bahwa ada dua sisi yang harus diperhatikan Gelar baru dan mendasar untuk komputasi awan: kompleksitas
pertimbangan multi-partai kepercayaan, dan kebutuhan selanjutnya untuk saling kemampuan audit
Subjek Penelitian
Dari penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu: Sistem Informasi Manajemen (Simpuskesmas) Berbasis Cloud Computing merupakan Simpuskesmas yang dulu dalam penerapannya menggunakan client server dirubah ke Simpuskesmas yang di upload di web sehingga puskesmas-puskesmas di Kabupaten Demak dapat mengakses SIMPUS tersebut melalui internet. Setiap Puskesmas di Kabupaten Demak apabila ingin menggunakan SIMPUS wajib memasukkan username dan password masingmasing. Dalam Simpuskesmas yang berbasis cloud computing ini, setiap puskesmas mempunyai Username dan password sendirisendiri. Setelah masuk ke Simpuskesmas, setiap puskesmas dapat melakukan kegiatan administratif dan pelayanan ke pasien seharihari. Dari SIMPUS ini diharapkan akan mempermudah pihak Puskesmas untuk kegiatan administratif, dan bagi pihak DKK akan lebih mudah mendapatkan semua laporan dari setiap puskesmas di Kabupaten Demak tanpa harus menunggu laporan dari pihak puskesmas
Metode Penelitian
Kompleksitas pertimbangan multi-partai kepercayaan mengunakan cload computinng
Definisi Operasional Variabel Dependen
Menurut definisi NIST, karakteristik utama dari komputasi awan termasuk layanan mandiri sesuai permintaan, akses jaringan yang luas, pengumpulan sumber daya, elastisitas yang cepat, dan layanan meteran yang mirip dengan
utilitas. Ada juga tiga model layanan utama — perangkat lunak sebagai a
layanan (SaaS), di mana pengguna cloud hanya mengontrol aplikasi
konfigurasi; platform sebagai layanan (PaaS), di mana cloud
pengguna juga mengontrol lingkungan hosting; dan infrastruktur sebagai a
layanan (IaaS), di mana pengguna cloud mengontrol semuanya kecuali
infrastruktur pusat data. Selanjutnya, ada empat model penyebaran utama: cloud publik, dapat diakses oleh masyarakat umum atau a
kelompok industri besar; awan komunitas, melayani beberapa organisasi; cloud pribadi, terbatas pada satu organisasi; dan hibrida
awan, campuran dari yang lain.
Sesuai dengan evolusi ini, dan karena kami percaya luas
ruang lingkup definisi NIST memungkinkan kita untuk mencakup set lengkap
masalah yang menarik, untuk sisa makalah ini, kita akan membahas
"Cloud computing" dalam semangat definisi NIST.
Cara & Alat Mengukur Variabel Dependen
Reputasi bisnis juga patut mendapat perlindungan. Ketika menggunakan sumber daya bersama untuk melakukan perhitungan bisnis-kritis, itu menjadi lebih sulit untuk dilakukan
atribut aktivitas berbahaya atau tidak etis. Bahkan jika ada cara untuk melakukannya
mengidentifikasi dengan jelas pelakunya dan menyalahkan atribut, publisitas buruk masih
menciptakan ketidakpastian yang dapat merusak reputasi lama.
Selain itu, seseorang harus sering mengakomodasi rantai kepercayaan yang lebih lama. Untuk
contoh, pengguna akhir aplikasi berpotensi menggunakan aplikasi yang dibangun oleh penyedia SaaS, dengan aplikasi yang sedang berjalan
platform yang ditawarkan oleh penyedia PaaS, yang pada gilirannya berjalan di atas
infrastruktur penyedia IaaS. Sementara untuk pengetahuan kita contoh ekstrem ini tidak dapat terjadi dalam praktik saat ini karena kurangnya API yang memadai, itu menggambarkan bahwa dengan model komputasi awan apa pun,
para pemangku kepentingan 'dapat menemukan diri mereka dengan banyak hubungan
lebih rumit dari sekadar hubungan penyedia-pengguna.
Beberapa partisipan bisa jadi subverters, yang mempertahankan tampilan pengguna cloud atau penyedia cloud biasa, tetapi pada kenyataannya melakukan
kejahatan dunia maya atau serangan dunia maya lainnya. Contohnya termasuk pengguna cloud
yang menjalankan kampanye brutal, botnet, atau spam dari cloud;
atau penyedia cloud yang memindai data pengguna cloud dan menjual rahasia
informasi kepada penawar tertinggi.
Selain itu, bisnis yang kompetitif dapat beroperasi dalam kondisi yang sama
ekosistem komputasi awan: menggunakan cloud yang sama, atau berakhir
dalam hubungan penyedia-pengguna. Hal ini dapat menyebabkan konflik yang kuat
minat, dan menciptakan motif tambahan untuk mengakses rahasia
informasi dari pesaing
Definisi Operasional Variabel Independen
Pe menggunaan komputer untuk pengolahan data pasien sangat diperlukan, karena dapat memberikan beberapa keuntungan dan kemudahan dalam pelayanan pasien antara lain: mempercepat pelayanan, informasi yang lebih akurat, dan pencarian data lebih cepat. Dengan adanya program berbasis cloud computing kinerja Puskesmas dapat ditingkatkan, sehingga kualitas dan mutu pelayanan menjadi meningkat


Hasil Penelitian
seperti CSS Nasional mulai dengan penawaran yang terjangkau
perhitungan untuk bisnis. Pembagian waktu akhirnya memberi jalan kepada
komputer pribadi, yang membawa perhitungan terjangkau ke Internet
khalayak ramai. Dengan cara yang serupa, komputasi awan saat ini menawarkan perhitungan skala besar yang terjangkau untuk bisnis. Jika kasus ekonomi menang, maka kita mungkin menemukan bahwa tidak ada — bahkan masalah keamanan sekalipun — yang akan mencegah komputasi awan menjadi a
komoditas konsumen. Sama seperti PC komoditas dan Internet
membawa Revolusi Informasi, dan membuat informasi
Dapat diakses secara universal, terjangkau, dan bermanfaat, demikian juga cloud
Komputasi memiliki potensi untuk menghasilkan Revolusi Komputasi, di mana komputasi skala besar dapat diakses secara universal, terjangkau, dan bermanfaat. Semoga kita dapat menambah hasil ini "dan cukup aman".